Oke, anda bisa bilang bahwa saya bodoh. Ya mungkin ada yang berpikiran seperti itu. Meninggalkan fakultas kedokteran, pindah ke jurusan arsitektur. Ya ya ya.. Bahkan saya pun mengakui mungkin itu termasuk suatu kebodohan yang saya buat. Ya mungkin, who knows??
Tapi, saya ingin disebut sebagai orang yang berkualitas, bukan cuma mencari gelar yang nantinya nggak akan dibawa mati. Universitas saya ini adalah universitas terbaik ke-2 untuk jurusan arsitektur di negara tempat saya tinggal. Dan bekas universitas saya wah mungkin peringkat ke 24 untuk kedokteran di tempat saya. Ya, saya ingin menjadi orang yang berkualitas. Mungkin saat saya mengaply untuk kerja, misal saja jika saya belajar di fakultas kedokteran, ada lulusan dari universitas A yang peringkatny lebih bagus dari universitas saya, pastilah mereka-mereka ini yang diambil. Misal saya buka praktek sendiri, pasien saya, "Lulusan mana dok?", lalu saya bilang "Lulusan Universitas B", mungkin saja mereka akan berpikiran yaaaa sedikit merendahkan hehehe.
Misal saja saya bisa lulus dari universitas saya dari jurusan arsitektur ini *AMIN YRA saya apply pekerjaan di perusahaan A, lalu mereka bilang "Oh kamu dari universitas itu, saya mendengar tentang universitas kamu blablabla", ya saya akan menjadi arsitektur yang berkualitas.
Saya nggak mau gegabah hanya untuk memiliki gelar "DOKTER", saya ingin menjadi orang berkualitas yang dihargai masyarakat. Jadi pilihan anda, menjadi orang berkualitas, atau ingin menyandang gelar bergengsi?
Sekian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar